Minggu, 04 Desember 2011

                                                           nasionalisme kontemporer

terserahlah untuk siapun yang membaca tulisan ini kalian mau berangapan saya tidak nasionalisme ataupun apalah itu
yang terpenting saya hanya ingin berbagi pemikiran saya terhadap kecenderungan yang ada di negara sakit ini !!
terkadang saya tertawa ketika beribu-ribu orang berdatangan ke stadion gelora bung karno dan mencoret-coret muka mereka seperti badut untuk mendukung timnas
terkadang saya tertawa ketika saya lihat beribu-ribu orang di jejaring social memulai update status untuk memberikan dukungan kepada timnas dengan kata2 yang mungkin di rangkai dengan memerlukan beberapa menit
terkadang saya tertawa ketika berjuta-juta orang mulai menyanjung timnas di atas angin dan mulai mencaci ketika mulai terpuruk
hahahahah
itu adalah salah satu contoh nasionalisme kontemporer !!!
yep ! sah-sah saja untuk memberi dukungan kepada timnas namun di sayangkan rasa nasionalisme itu tak diukur dari dukungan itu atau teriakan anda ketika memberi dukungan ataupun mendali emas.
Sebenar nya apalah arti sebuah mendali emas kalo kalian tidak menjaga ekologi negara kita sendiri
Apakah mendali emas akan menyelamatkan negara kita ketika ekologi negara kita hancur dan bencana mulai berdatangan ?
Andai antusiasme masyarakat kita sama seperti mendukung timnas di dalam hal menjaga ekologi mungkin negara kita akan tetap indah dan bisa menetralisir para antek2 busuk kapitalis !!
Hah
Satu contoh dimana ya masyarakat kita ketika kasus BIP (bali internasional park) akan di buat oleh para antek2 kapitalisme yang hanya untuk uang semata tanpa memperdulikan keindahan ekologi bali itu sendiri
Kemana masyarakat kita ?
Hanya sibuk dukung timnas atau hanya sibuk memukuli copet2 pasar !!! IRONIS
Coba bayangkan ketika ekologi negara kita hancur dan ketika sawah menjadi gedung2 dan pabrik2 dan ketika kita tak pernah mendapatkan udara yang bersih lagi
Mungkin anak ataupun cucu kita nanti takan pernah merasakan apa yang pernah kita rasakan di masa kecil kita ketika hembusan udara masih segar dan kita masih bisa melihat pemandangan indah di pematang sawah dll.
Maka dari itu jadikan bumi kita menjadi sahabat baik kita dengan cara menjaga ekologi nya mulai dari hal yang paling kecil !!!!

26 komentar:

  1. lo udah pernah berbuat apa buat indonesia?

    BalasHapus
  2. nice perspektif masbro,,

    BalasHapus
  3. belajar ngrangkai kata dari mana lo?
    kita juga gak butuh tulisan yang seakan mengancam atau membedakan diri sendiri dengan orang lain..
    lo gak perlu tertawa,, karena lo juga sama kayak mereka...
    gag usah sok suci lo...

    BalasHapus
  4. susah berbicara dengan mental2 superman yang seragam dan mengharakan perbedaan baik dalam pemikiran

    kalian tidak suka dgn tulisan saa silahkan keluar dari page saya

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. ada bnarnya jg bung tulisan anda ini, tp lebih baik intropeksi diri dlu, apa yang telah anda perbuat untuk mensejahterakan negeri ini..?

    mencaci dan memprovokasi bukanlah jalan keluar yang tepat.
    thx b4

    BalasHapus
  7. thank for your critic !!!
    saya memang blum memberikan kontribusi berarti untuk indonesia karna pemikiran orang2 seperti saya takan pernah di trima oleh kaum minoritas !!!

    namun yang saya berikan kepada indonesia adalh perlawanan mainstream nya yang mulai nhari mulai dangkal

    BalasHapus
  8. saya menyukai tulisan anda dan hanya orang2 yg mengerti sajalah yg menyukai ini,bagi yg lain ny hanya tao ribut,tauran dan tojok2an doang di negri ini

    BalasHapus
  9. wtf!!! like this bro. pemikiran bagus. nasionalisme 2x45 menit, setelah pertandingan/ kompetisi selesai jiwa nasionalisnya ilang x))))

    BalasHapus
  10. kt jg hrs hargai & membebaskan orng u/ mengekspresikan kecintaannya dlm bentuk apapun termasuk bola. Saya gak yakin berjuta2 orang yg teriak2 & digambar2 kyk badut itu bodoh smua,yg triak2 bawa pentung melawan kapitalis jg blum tentu pinter smua.
    Mari saling menghormati
    Tos!

    BalasHapus
  11. thank smua kritikan.a !
    Penilaian kalian mengambrkan siapa kalian !
    Ini smangat bru untk saya

    BalasHapus
  12. speechless..!!
    Pgn bgt mengubah IndONEsia..!!

    BalasHapus
  13. gampang !
    Sebarkan tulisan ini :-)

    BalasHapus
  14. aku sependapat dengan anda.. semestinya nasionalis digunakan untuk melawan penindasan yg ada dibumi pertiwi ini.. tidak usah jauh2,, kita dengan bangga menggunakan barang2 import dll dgn mutu yg "lebih bgs" drpd produk lokal:, tetapi tidak pernah memakai produk asli indonesia, meskipun secara kualitas yg tidak jauh berbeda dgn kualitas produk import.. jika kita mempunyai rasa nasionalis yg sejati, semestinya kita menghargai dan mendukung dengan mengutamakan membeli produk lokal coz itu sangat membantu dalam perekonomian indonesia..

    BalasHapus
  15. banyak korupsi, terjadi pertumpahan darah akibat SARA adalah sebagian kecil bukti bahwa sebagian penduduk bangsa ini tidak punya nasionalis.. semestinya rasa nasionalis harus membuat seseorang mau mengorbankan harta, jiwa dll untuk bangsa indonesia malah bukan merusak bangsa ini dengan contoh tindakan yg saya sebutkan diatas..

    BalasHapus
  16. :-) !
    Sebarkan tulisan.a
    Agar bnyk orng tersadar !

    BalasHapus
  17. hmmm...ada benarnya juga Nasionalisme tdk diukur dari dukung TimNas,dukung pulau Komodo atau sejenisnya.
    Ada hal yg lebih penting dari itu kalau menurut saya pribadi, yakni Menjaga alam,bersahabat dgn alam dan melestarikan hasil alam itu sendiri Indonesia kaya raya tp yg mati kelaparan koq msh saja ada IRONIS !!!!!!

    BalasHapus
  18. Ketika Ababil berbicara Nasionalisme tentu ujungnya adalah “AROGANSI”

    Karena tulisan diatas mengambil sample kasus tentang sepak bola mungkin disini saya jg akan bercerita hal yg sama yaitu tentang sepak bola dan nasionalisme..

    Hal pertama yg sedikit agak bikin gua tersenyum sinis sama para suporter timnas di GBK itu ketika kemarin pas Indonesia Vs Malaysia.. disitu jelas sekali jauh sebelum pertandingan dimulai sudah terdengar nyanyian2 rasis, belum lagi ketika upacara pembukaan yang harusnya dihormati secara khidmat, pas menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, ini para supporter malah teriak2 “MALIIIIINNG.. MALIIINGG” this is madness!

    Ini sepakbola bung, mereka Atlit! yang maling itu pemerintah Malaysia.. apa kita rela ketika Timnas Indonesia main di Malaysia, dan ketika lagu Indonesia Raya yang kita banggakan dan kita hormati dinyanyikan, disaat yg sama para supporter Malaysia teriak “KORUPTOORR.. KORUPTOR!!” ??

    Inikah negara yang katanya ingin jadi tuan rumah piala dunia ?

    BalasHapus
  19. Perspektif yg bagus. Ya itu pemikiran anda, ya sah2 aja lah.. Yang penting tetep melawan penyeragaman ya! Salut buat anda.. Berontak Berotak! ;)

    BalasHapus
  20. kang aris
    nuhun udh nyempetin baca blog.a !
    Tlisan anda jg dalam mang

    @made . . .
    Thank ur different !
    Share tulisan ini ya !

    BalasHapus
  21. benar menghentak atas jiwa pemberotak ! Like this. Benar juga hanya org open minded yg mengerti ini. Apa lah arti pemikiran kami jika hanya berupa angin lalu, lenyap dan mati dimakan sunyi. Tentu jika pemikiran kmi bukan jdi umat minoritas, maka tak ada tulisan ini tpi kami akan bergerak turun kejalan bukan hanya berjuang dgn tulisan.

    gue suport bos !
    nasionalisme = lupa alam.

    BalasHapus
  22. Perbaiki diri sendiri sambil ingetin orang :)

    Salut!

    BalasHapus
  23. keren,, setuju brt bor,, cheers

    BalasHapus